Showing posts with label Catatan Perjalanan Jawa Barat. Show all posts
Showing posts with label Catatan Perjalanan Jawa Barat. Show all posts

Monday, May 13, 2013

Kedai Kopi Mata Angin : Tempat Berkumpulnya Beragam Komunitas




Suasana khas petualang begitu terasa ketika saya tiba di Kedai Kopi Mata Angin. Sebuah Garasi disamping rumah tua yang disulap menjadi sebuah kafe sederhana. Dengan meja kecil dan kursi kayu khas alam dengan dinding berhiaskan foto-foto petualangan alam. 

Rupanya saya tiba terlalu pagi di acara Seminar Travel Writing pada tanggal 27 April 2013 yang diadakan di tempat ini. Ketika saya masuk seorang wanita muda menyapa saya “Peserta seminar ya?” tanyanya ramah. “Silahkan ditunggu sebentar ya”seraya mempersilahkan. Belakangan baru saya tahu ternyata beliau salah satu pemilik kedai ini yang bernama Teh Uta.

Kedai ini didirikan tahun 2010 yang semula bertempat di jalan bengawan dan baru pada tahun 2013 ini pindah ke jalan laswi no 19 A Bandung. Kedai ini didirikan oleh 3 orang yaitu teh uta, teh emma dan mas awang. Dinamakan mata angin karena ada sebuah sumbu yang tetap dan yang lainnya mengarah ke berbagai arah.  

Pemilik kedai mendirikan kedai ini karena menginginkan sebuah tempat untuk berkumpulnya beragam komunitas yang positif. “selama ini belum pernah ada tempat kumpul untuk beragam komunitas di bandung seperti kedai ini”. Ujar teh uta.

Sebelum memasuki bagian dalam kedai, diatas sebuah dinding dipasang sebuah papan tulis berisikan beragam menu yang ada di kedai ini. Kedai kopi mata angin menyediakan menu yang beragam, mulai dari nasi goreng, spaghetti, pisang goreng, pancake, kopi hingga capucinno.

Dari segi kualitas, menu yang ada di kedai ini tidak main-main, bahkan pemiliknya sendiri yang meraciknya. “Kami mendatangkan kopi-kopi pilihan sehingga kualitasnya terjaga, bahkan pengunjung disini dapat mengetahui perbedaan kopi arabika dan robusta” ujar the uta.

Sebuah papan seperti papan pengumuman beragam acara dipasang di sebuah dinding dan tepat disebelahnya terdapat travel wish list, disinilah para pengunjung menuliskan harapannya untuk berkunjung ke sebuah tempat yang diimpikannya.

Dari papan pengumuman itu pula saya mengetahui bahwa di tempat ini tidak hanya para petualang saja yang berkumpul, namun juga komunitas lainnya. “Disini adalah tempat untuk berkumpulnya beragam komunitas” ujar teh uta.

Mudah saja untuk mencapai kedai ini, saya menaiki taksi dari Bandung Trade Center sekitar 20 menit dengan tarif Rp.22,000.00. Taksi mengarah ke soerapati lalu ke arah selatan menuju jalan riau dan laswi, sekitar 100 meter sebelum perlintasan kereta disitulah kedai ini berada. 

Sunday, November 25, 2012

Peradaban Andalusia di Kota Hujan





Hari Sabtu, 17 November 2012 pukul 7.20 mobil APV meluncur membawa saya dan keluarga menuju tempat wisuda adik saya di Andalusia Islamic Center di Sentul City. Sekitar 20 menit perjalanan melewati Tol Kedung Halang- Sentul (Bogor Outer Ring Road), kemudian kami pun tiba disana. Ketika kami tiba, suasananya sudah cukup ramai, dengan ruang parkir yang sudah dipenuhi oleh mobil-mobil pengantar keluarga wisudawan.

Pagi itu cuaca cukup cerah, matahari beranjak naik memendarkan sinarnya dan awan-awan memantulkan cahayanya ke bumi. Ketika saya tiba, saya terpukau dengan desain Mesjid Andalusia Islamic Center. Kubah yang besar dengan dominasi warna biru dipadu dengan warna kuning bermotif persegi dengan posisi diagonal memeluk kubah. Empat buah menara dengan rangka besi di setiap sisi mesjid menjulang membelah langit sentul city. Meskipun menara tersebut belum selesai pembangunannya, namun tidak mengurangi keindahan seni arsitektur mesjid Andalusia.

Ketika saya melihat jendela-jendelanya, desainnya mungkin terinspirasi dari Timur Tengah dengan desain seperti sepatu kuda atau mungkin kubah dua dimensi yang disisi-sisinya diberi motif berwarna kuning keemasan dan hitam berselang-seling. Begitupun dengan bagian atas dari dua buah pilar mesjid di sisi sebelah utara yang diberi hal serupa namun diisi dengan ukiran bintang persegi berongga.
Mesjid Andalusia terdiri dari 3 lantai, lantai pertama digunakan sebagai Aula untuk berbagai kegiatan baik akademik seperti wisuda dan seminar maupun non akademik seperti pernikahan. Lantai kedua merupakan ruang utama mesjid yang digunakan untuk shalat dan kajian keislaman lainnya. Lantai ketiga berupa mezzanine yang berbentuk huruf U dan dari lantai tersebut dapat melihat dengan jelas lantai kedua yang merupakan ruang utama mesjid.

Bagian dalam mesjid didominasi oleh warna biru muda, di bagian dalam kubah terdapat kaligrafi asmaul husna yang dibuat melingkar dengan diameter yang semakin mengecil ke pusat kubah. Ukurannya kaligrafinya pun semakin ke pusat sentrifugal semakin mengecil dan lafaz Allah menjadi titik pusat dari kaligrafi tersebut. Di sisi sisi bagian bawah mezzanine dihiasi oleh kaligrafi yang diambil dari ayat-ayat yang bersumber dari Alquran. Di bagian timur mesjid terdapat miniature ka’bah berpadu dengan maqam Ibrahim yang tentunya digunakan sebagai pengingat rukun islam yang kelima yang juga digunakan untuk berlatih manasik haji.

Andalusia Islamic Center di Bogor merupakan miniatur Andalusia yang ada di Spanyol yang tentunya akan mengingatkan kita mengenai kejayaan islam dari segi materi dan keilmuan pada masa kekhalifahan saat itu. Semoga saja Andalusia Islamic Center di Bogor dapat menciptakan Sarjana-Sarjana dengan keilmuan yang mumpuni yang akan berkontribusi besar bagi kemajuan dan kejayaan umat islam saat ini.






Sunday, July 8, 2012

Menyesapi Karya Awal Gubernur Jenderal Baron Van Imhoff



Sering kali ketika saya berkunjung ke kota Bogor, saya hanya melewati bangunan ber arsitektur eropa ini. Namun tidak pernah saya memperhatikan lebih detail bentuk bangunan ini dan mencoba menyelami lebih dalam nilai bangunan yang saat ini menjadi salah satu landmark di kota Bogor. Bangunan yang anggun berdiri di tengah kota dengan hiasan taman yang luas dan rusa-rusa Nepal yang cantik memperindah suasana bangunan tersebut. 

Bisa dikatakan istana Bogor merupakan pusat dari kota Bogor, titik awal dimana pembangunan sebuah kota dimulai sekitar 3 abad yang lalu. Kota yang pada awalnya bertujuan sebagai tempat peristirahatan bagi para pejabat VOC yang sedang melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Priangan-Bandung. Namun saat ini, tempat peristirahatan atau tepatnya bangunan tersebut sudah beralih fungsi hanya menjadi sebuah hiasan kota yang sesekali digunakan untuk acara kenegaraan. 

Pada awalnya ketika saya tiba, saya hanya dapat memandangi bangunan yang megah itu dari kejauhan. Tepatnya dari jalan Ir. H. Djuanda, di depan gerbang bangunan tersebut. Saya pun ingin sekali melihat lebih dekat bangunan tersebut, dan untuk mencapainya saya harus masuk kedalam Kebun Raya Bogor.
Istana Bogor berbatasan langsung dengan Kebun Raya Bogor, hanya sebuah pagar besi yang mengelilingi bangunan tersebut menjadi pembatasnya, saya pun menelusurinya dari sisi sebelah timur ke sisi selatan. 


Di salah satu sisinya terdapat sebuah danau buatan dengan tanaman teratai tumbuh menghiasinya, danau yang memisahkan kaum proletar dengan kaum bangsawan pikir saya. Diseberang danau buatan tersebut,bagian belakang istana nampak sangat jelas dengan tiang-tiang yang kokoh menopang bangunan tersebut. Di bagian tengah bangunan tersebut, sebuah menara dengan kubah keemasan menyeruak muncul, menambah keindahan bangunan arsitektur abad ke-19 tersebut.

Di beberapa titik di sekitar bangunan, terdapat beberapa patung yang diantaranya adalah patung dengan judul “tangan tuhan” karya pematung swedia, patung perunggu “Hercules” karya pemahat polandia dan patung “pegassus” karya pematung swedia. Patung-patung tersebut menambah suasana mistis bangunan tersebut, mereka mencoba menuturkan kisah dibalik berdirinya bangunan ini. 

Sangat mudah untuk menikmati keindahan bangunan ini dari dekat, para pengunjung bisa menaiki satu kali angkutan kota dari terminal baranang siang yang menuju kebun raya bogor. Sedangkan untuk kendaraan pribadi, setelah keluar tol jagorawi bisa langsung mengarah ke utara menuju kebun raya bogor. Untuk selanjutnya masuk ke dalam kebun raya bogor menuju sisi selatan dari istana bogor.Disana kita bisa menikmati keindahan bangunan beralaskan rumput yang hijau dan dihadapannya terhampar danau buatan berhiaskan bunga teratai nan cantik.

Serang, 8 Juli 2012

Thursday, July 5, 2012

Bogor antara sejarah, budaya dan pariwisatanya


Bogor kota indah sejuk nyaman
Bagai bunga didalam taman
Selalu dikunjungi wisatawan
Sungguh menarik perhatian…

Begitulah sepenggal lagu yang mungkin pernah kita dengar mengenai kota Bogor. Bait yang menggambarkan kondisi kota Bogor yang memang menarik perhatian para wisatawan untuk mengunjunginya. Berjarak sekitar 60 km dari pusat ibu kota Negara dengan pemandangan Gunung Salak dan Gunung Gede yang mengapitnya, Bogor memang dibangun oleh Gubernur Jenderal Baron Van Imhoff dengan tujuan sebagai tempat peristirahatan dikarenakan kesejukannya. Hal tersebut ditandai dengan berdirinya Istana Bogor yang hingga saat ini bangunannya masih berdiri kokoh.

Adapun sejarah berdirinya kota Bogor bukan berawal dari pembangunan istana Bogor pada abad ke-18, namun jauh sebelumnya yang ditandai dengan penobatan Prabu Siliwangi sebagai Raja Pakuan Pajajaran pada tanggal 3 Juni 1482. Semenjak tanggal penobatan tersebut hingga saat ini diperingati sebagai hari jadi Kota Bogor dan pada tahun 2012 ini kota Bogor sudah berumur 530 tahun.

Dengan sejarahnya yang cukup panjang, kota Bogor memiliki beragam peninggalan sejarah, baik peninggalan kerajaan maupun peninggalan colonial. Untuk peninggalan kerajaan yaitu berupa prasati batu tulis, prasasti peninggalan kerajaan Padjajaran yang berisi penobatan kembali Prabu Purana sebagai Raja Pakuan Padjajaran. Sedangkan untuk peninggalan colonial sangat mendominasi peninggalan sejarah yang ada di kota Bogor. Untuk peninggalan colonial yang masih bertahan sampai dengan saat ini antara lain, istana Bogor, Kebun Raya Bogor, Gereja Katedral, Gereja Zebaoth, Stasiun Bogor, Sekolah Regina Pacis, Kantor Pos, klenteng Hok Tek Bio, mesjid empang dan Balai Kota Bogor.

Budaya
Beragam etnis yang ada di kota Bogor saat ini menandai proses interaksi antar etnis yang sudah lama terjadi, adapun etnis yang mengikuti perkembangan Bogor sampai dengan saat ini adalah etnis arab, tionghoa dan pribumi/sunda. Untuk etnis arab sendiri pada awal mulanya dan sampai dengan saat ini tinggal di daerah empang, hal ini ditandai dengan berdirinya mesjid empang yang sudah berumur ratusan tahun. Adapun keberadaan etnis tionghoa ditandai dengan berdirinya klenteng hok tek bio yang terletak di jalan surya kencana di seberang gerbang Kebun Raya Bogor.  Sedangkan untuk etnis sunda sendiri tersebar di seluruh penjuru kota Bogor. Sikap menghargai budaya masing-masing dan saling menghormati diantara etnis tersebut membuat Bogor tetap terjaga dari konflik antar etnis bahkan sepanjang hidup saya tidak pernah terdengar konflik serius antar etnis tersebut.

Pariwisata
Tidak dapat dipungkiri kota Bogor merupakan salah satu destinasi para wisatawan dengan beragam objek wisatanya. Sebut saja Kebun Raya Bogor yang dibangun pada masa colonial, siapa yang tidak mengetahuinya. Belum lagi istana Bogor yang berdiri di tengah kota menjadikan landmark tersendiri di kota Bogor.

Jenis wisata yang dapat dinikmati di kota Bogor antara lain wisata sejarah, wisata kuliner, wisata belanja, wisata alam, wisata ziarah dan tentunya wisata budaya. Untuk wisata sejarah kita dapat mengunjungi objek wisata seperti prasasti batu tulis, istana Bogor, museum  PETA, museum Zoologi, Gereje Katedral, Gereja Zebaoth, Stasiun Bogor, Sekolah Regina Pacis, Kantor Pos, klenteng Hok Tek Bio, mesjid empang dan Balai Kota Bogor.  Lokasi-lokasi dari objek wisata tersebut berada tepat di pusat kota Bogor dan jika kita mengitari kebun raya bogor dari sisi luarnya maka objek-objek tersebut akan kita lewati

Adapun untuk wisata kuliner para wisatawan dapat mengunjungi daerah di sepanjang jalan surya kencana, di daerah tersebut kita bisa menikmati makanan khas kota Bogor seperti Toge Goreng, Soto Bogor, asinan bogor, roti unyil laksa. Selain di jalan surya kencana, kita juga dapat melakukan wisata kuliner di sekitar Taman Kencana atau jalan salak disana terdapat beberapa tempat menarik untuk memanjakan lidah seperti warung taman yang menjual aneka masakan indonesia, es buah pa ewok, pia apple pie, macaroni panggang, kedai kita bahkan sampai dengan makanan khas timur tengah ada disini. Jika kita belum puas dengan makanan-makanan tersebut, kita juga bisa menjelajahi jalan padjajaran untuk memburu makanan khas bogor.

Berwisata rasanya tak lengkap tanpa membawa buah tangan ataupun berbelanja, lokasi-lokasi ideal untuk melakukan wisata belanja di kota bogor terdapat di jalan padjajaran dengan berbagai factory outletnya, di daerah tajur dengan toko-toko tasnya dan jika ingin mendapatkan buah tangan khas bogor, kita bisa mendapatkannya di seberang gerbang utama Kebun Raya Bogor.

Apabila kita ingin menikmati segarnya suasana alam maka sebaiknya mengunjungi Kebun Raya Bogor. Dengan koleksi tanaman berusia ratusan tahun dan pepohonan yang tinggi menjulang dihiasi oleh rindangnya dedaunan menambah kesegaran suasana di kebun raya tersebut.  Bila kita masuki lebih dalam lagi disana terdapat rumah anggrek yang berisi koleksi-koleksi anggrek beragam warna yang tentunya memberikan kesan tersendiri tentang anggrek tersebut. Adapula situ gede yang terletak di daerah kelurahan situgede Bogor Barat, dengan pemandangannya yang indah mampu membuat para pengunjung terpana dan lokasi ini sangat cocok bagi wisatawan yang ingin melepas lelah.

Untuk wisata ziarah kita dapat mengunjungi peristirahatan terakhir Raden Saleh. Siapa yang tidak kenal dengan Raden Saleh pelukis ternama dengan karya-karya mendunia, tetapi mungkin tidak banyak yang mengetahui bahwa makam Raden Saleh terletak di Kota Bogor. Lokasi makam Raden Saleh tidak terlalu jauh dari pusat Kota Bogor yaitu sekitar 5 km yang dan untuk mencapai lokasi tersebut bisa menggunakan angkutan umum dari stasiun Bogor ataupun Terminal Baranang Siang. Apabila kita pertama kali kesana kita tidak akan pernah menyangka bahwa lokasi makam tersebut tidak berada tepat di pinggir jalan raya tetapi harus memasuki sebuah gang terlebih dahulu setelah memasukinya sekitar 100 meter barulah kita akan menemukan makam sang maestro lukisan tersebut.

Sedangkan untuk wisata budaya, para wisatawan dapat mengunjungi kampung budaya sindang barang yang berlokasi di Desa Pasir Eurih Kecamatan Taman Sari. Di kampung ini kita dapat mempelajari budaya sunda yang masih memegang erat tradisi leluhur, seperti kegiatan seren taun yang merupakan tradisi sebagai symbol ucapan rasa syukur kepada Tuhan atas limpahan rizki yang diberikan melalui panen raya.

Itulah sekelumit tulisan tentang kota kelahiran saya, kota yang akan terus berkembang dengan mengacu kepada sejarah kejayaan masa lalu, kekayaan budaya dan pariwisata sebagai pendorong sector ekonomi untuk membuat masyarakatnya menjadi lebih sejahtera. 

Sunday, July 1, 2012

Musim liburan Sekolah, Sari Ater Diserbu Wisatawan

image
Memasuki musim liburan sekolah tahun ini objek wisata mata air panas Sari Ater yang berlokasi di Kabupaten Subang Jawa Barat diserbu pengunjung. Rata-rata para pengunjung berasal dari luar kabupaten subang, diantaranya Jakarta, Bogor, Bandung, Garut, Cirebon dan Pekalongan. Para pengunjung datang dengan berombongan maupun dengan keluarga. Mereka memanfaatkan momentum liburan sekolah dengan bersenang-senang bersama keluarga.
Tiket masuk ke lokasi Sari Ater ini yang cukup terjangkau, dengan tariff Rp.18,000.00 per orang, Rp.10,000.00 per motor, Rp.15,000.00 per mobil dan Rp.20,000.00 per bus, membuat para pengunjung tidak perlu merogoh kantung terlalu dalam untuk menikmati objek wisata mata air panas ini.
Objek wisata Sari Ater dapat ditempuh dalam waktu 3-4 jam dari kota Jakarta dengan jarak sekitar 120 km. Jika menggunakan kendaraan pribadi maka dapat mengakses Tol Cipularang dan keluar di Sadang untuk selanjutnya dilanjutkan menuju Subang Sari Ater. Jika menggunakan kendaraan umum, bisa menggunakan Bus jurusan Subang dan dari Terminal Subang dapat menaiki angkutan umum menuju Sari Ater.
Di objek wisata Sari Ater ini, para pengunjung dapat berendam di kolam-kolam rendam mata air panas yang ada didalamnya. Untuk berendam di kolam tersebut, para pengunjung akan dikenakan biaya kembali bergantung fasilitas yang ada di kolam tersebut dengan biaya termahal Rp.40,000.00 untuk kolam rendam Mayang Sari dan termurah Rp.10,000.00 untuk kolam rendam Leuwi Sari.
image
Berendam di kolam mata air panas ini dengan kandungan mineralnya yang cukup tinggi dapat berguna untuk pengobatan fisik seperti reumatik, kerusakan anggota gerak, gangguan kandungan, cedera system persyarafan, Cidera karena olah raga dan penyakit kulit. Selain itu, karakter air panas dengan suhu 40°-42 ° tidak mudah diterima oleh mereka dengan kondisi tubuh lanjut usia, pengidap kelainan jantung, diabetes, pasca stroke, TBC, asma dan darah tinggi serta wanita hamil.
Objek wisata Sari Ater ini juga menyediakan beragam fasilitas untuk liburan keluarga berupa sport and adventure. Untuk fasilitas Sport and Adventure diantaranya ATV Bambie untuk anak-anak, ATV 4 WD, Gokart Twin, Panahan. Untuk para pecinta petualang dapat menggunakan fasilitas adventure diantaranya Jeep Off Road, Land Touring, Pitch and Putt Golf Garden, Gokart Off Road, Paint Ball, Wall Climbing, Flying Fox dan Berkuda. Tentunya untuk fasilitas tersebut dikenakan biaya tambahan.
image
Setelah puas berendam, bermain dan berpetualang, maka para pengunjung dapat membeli oleh-oleh khas subang seperti buah nanas, keripik nangka, dodol ketan,tape ketan dan dodol nanas serta beragam kerajinan tangan. Penjual oleh-oleh dengan kios-kios kecil ini terletak di bagian utara objek wisata Sari Ater bersebelahan dengan area parkir. Untuk buah nanas, dapat dibeli dengan harga Rp.5,000 per buahnya jika pengunjung pandai menawar.

Mengais Rezeki dari Keindahan Gedung Sate

image
Matahari hampir tepat berada di atas ubun-ubun dan panas terik menyengat di siang itu. Digenggamnya kuat-kuat tali kekang kuda tersebut agar tetap dalam kendalinya. Dengan setia menunggu wisatawan yang akan menggunakan jasanya didepan Gedung. Sesekali tak segan menawarkan jasanya kepada para wisatawan yang berkunjung ke gedung sate, dengan penuh harap menggunakan jasanya untuk mengelilingi daerah tersebut.
Siapa yang tidak mengetahui keberadaan gedung sate di kota Bandung, selain menjadi salah satu landmark kota Bandung, Gedung Sate juga dijadikan salah satu tempat untuk mengais rezeki. Gedung sate bisa dikatakan lokasi wajib yang harus dikunjungi oleh para wisatawan. Gedung yang memiliki arsitektur khas kolonial tersendiri dengan puncak gedungnya seperti tusuk sate. Disini pula tempat gurbenur bekerja dan gedung ini pula menjadi saksi bisu sejarah perkembangan kota Bandung.
Dengan daya tariknya, tak mengherankan jika banyak sekali wisatawan yang mengunjunginya dan inilah yang dijadikan sumber rejeki oleh orang-orang seperti kang enjah untuk menjajakan jasa delman mengelilingi wilayah sekitar gedung sate. Untuk sekali mengelilingi wilayah gedung sate, kang enjah memasang tariff Rp.30,000.00. Kang enjah selalu bersyukur karena selalu ada saja yang menggunakan jasanya walaupun penghasilannya tidak menentu. Jika sedang ramai kang enjah bisa mengelilingi sampai lebih dari lima kali, jika sedang sepi bisa kurang dari 5 kali atau bahkan tidak ada sama sekali. Biasanya hanya wisatawan domestic yang menggunakan jasanya, wisatawan asing sendiri hampir tidak pernah menggunakan jasanya.
image
Kang enjah pun mengeluhkan sepinya liburan sekolah kali ini, menurutnya mungkin karena kenaikan kelas ataupun tingkatan dari SD ke SMP, SMP ke SMA dan SMA ke Perguruan Tinggi. Dikarenakan para orang tua lebih memilih menggunakan dananya untuk biaya pendidikan putra-putri mereka daripada untuk liburan. Berbeda halnya dengan liburan semesteran yang menurutnya lebih ramai dibanding liburan kali ini.
Selain kang enjah ada juga penjual minuman ringan dan makanan seperti bakso, es cendol, kacang rebus dan siomay. Mereka semua memiliki tujuan yang sama, mengais rezeki dari para pengunjung gedung sate untuk menyambung hidup. Adapun para wisatawan dapat makan dan minum sambil menikmati keindahan gedung sate. Bukankah hal tersebut adalah hubungan yang saling menuntungkan.