Follow by Email

Saturday, January 12, 2013

Batik Lawasan di Kampung Batik Laweyan



Solo memang dikenal sebagai kota penghasil batik terbesar di Indonesia. Salah satu lokasi penghasil batik di kota Solo adalah di Kampung batik laweyan. Kampung ini selain terkenal sebagai tempat pengrajin batik sekaligus juga merupakan tempat pemasaran dengan deretan toko di depan rumah pengusaha batiknya. Rumah di kampung ini besar-besar dengan tembok yang tinggi dan jalan-jalannya dapat dilalui mobil. Saya berkesempatan mengunjungi kampung batik laweyan pada tanggal 4 Desember 2012 lalu.

Kampung batik laweyan terletak di jalan dr. Radjiman yang berada di sebelah selatan kota Solo. Cukup mudah untuk mencapai kampung batik laweyan ini, yaitu dengan menaiki becak dari stasiun purwosari dengan tariff hanya Rp.10,000 saja. Saya sendiri karena menginap di hotel Tiara Puspita yang berada di pertigaan Baron dan di Jalan dr. Radjiman, maka saya hanya cukup menaiki becak di depan hotel dengan tariff Rp.10,000.

Dari perjalanan saya ke Solo saya menyimpulkan bahwa sebenarnya proses pembuatan sebuah batik yang saya ketahui ada 4 cara. Pertama adalah batik tulis yang langsung dilukiskan pada sebuah kain dengan menggunakan canting. Kedua adalah batik cap yang prosesnya dengan melakukan pengecapan pada kain dengan sebuah alat berupa besi yang memiliki pola dan motif batik. Ketiga adalah kombinasi pembuatan batik dengan cara tulis dan cap. Sedangkan yang terakhir adalah batik cetak atau printing yang menggunakan mesin. 

Jenis batik yang diproduksi oleh pengrajin di kampung laweyan ini pun beragam, mulai dari batik dengan motif kontemporer sampai dengan motif lawas. Untuk motif kontemporer biasanya menggunakan warna-warna cerah tegas. Sedangkan batik lawasan lebih menggunakan warna-warna coklat pudar. Lawasan sendiri berasal dari bahasa jawa yaitu ‘lawas’ yang artinya lama, lebih tepatnya kain lama yang sudah tidak terpakai lagi. Kain ini akan di daur ulang menjadi pakaian model tertentu atau tas dan aksesoris lain.

Ketika saya berkeliling di kampung laweyan, motif kontemporer mendominasi jenis batik yang ada di kampung ini. Namun untuk motif lawasan, saya hanya menemui satu pengrajin batik lawasan yang lokasinya berada di sebelah selatan kampung ini. Nama pengrajinnya adalah Bapak Haji Cholil Muchtar yang memproduksi dan menjual Batik Lawasan dan Perca Batik. Lokasinya terletak di Jalan Tiga Negeri No. 10 (lama)/19(baru) Laweyan Solo. Memang menurut informasi di Joglosemar, peminat batik lawasan sendiri menurun dan kini hanya kolektor saja yang mencari batik ini.

Di tempat batik lawasan ini terdapat berbagai macam batik dengan motif lawas. Tidak hanya motifnya saja yang lawas, namun kainnya pun terlihat lawas bahkan usang. Menurut pemiliknya batik lawasan ini pada masa lalu di ekspor ke berbagai Negara, namun sejak krisis ekonomi melanda maka kegiatan ekspor pun menurun. Saya pun membeli sebuah pakaian batik lawasan untuk dijadikan buah tangan untuk keluarga tercinta.