Follow by Email

Sunday, July 1, 2012

20 JAM DI BANYUMAS / Menelusuri jejak malam Purwokerto (part III)

Malam pun tiba dan saya bersama teman saya berencana untuk melakukan perjalanan ke kota purwokerto. Daerah yang pertama akan saya tuju adalah Jalan Jend. Sudirman Sokaraja, disana saya akan membeli oleh-oleh khas banyumas yaitu getuk goreng ASLI Haji Tohirin. Ketika tiba di sokaraja, saya sempat dibuat bingung karena nama toko penjual oleh-oleh tersebut sama,yang membedakan hanya nomornya saja. Berdasarkan informasi yang saya terima nomor tersebut adalah nomor urut dari anak-anak pemilik usaha getuk goreng tersebut. Akhirnya saya pun tiba di getuk goreng nomor dua, ditoko tersebut kita bisa mencicipinya terlebih dahulu sebelum membeli. Getuk goreng ini dapat di beli kiloan dengan harga per kilonya Rp.10,000.00, saya pun membeli 2 kilo untuk oleh-oleh keluarga dirumah.

Setelah berkunjung ke sokaraja maka tujuan selanjutnya adalah kota purwokerto untuk membeli oleh-oleh khas banyumasan. Saya pun menuju choco klik yang berada di pusat kota purwokerto tepatnya di ruko merdeka no 7-8 purwokerto. Toko tersebut merupakan surga bagi para penggemar coklat, bagaimana tidak, didalam toko tersebut sudah berjajar aneka ragam makanan dan minuman hasil olahan coklat berupa cake maupun brownies. Harga untuk cake coklat kayumanis almond cukup terjangkau hanya sekitar Rp.25,000 sudah dapat menikmatinya. Selain itu coklat batangan pun tersedia disini dengan harga yang paling murah sekitar Rp.12,000. Di tempat ini juga dijadikan tempat nongkrong para remaja, selain karena tempatnya yang nyaman juga tersedia fasilitas wifi untuk para pengunjung yang ingin berselancar di dunia maya.  

Sebelum kembali ke Desa Kramat, kami pun menelusuri kota Purwokerto untuk mencari makan. Setelah berkeliling melewati alun-alun kota yang dipenuhi oleh masyarakat sekitar yang sedang bermain ataupun sekedar menghabiskan waktu. Kami pun melewati GOR Satria dan disekitar jalan inilah surga bagi para pecinta kuliner, beraneka ragam jenis makanan tersedia disini. Di sekitar sinilah kami makan malam, namun bukan makanan khas banyumas yang kami makan melainkan ikan fillet tom yam yang berasal dari Thailand dengan sedikit modifikasi agar sesuai dengan lidah indonesia.