Follow by Email

Sunday, November 25, 2012

Peradaban Andalusia di Kota Hujan





Hari Sabtu, 17 November 2012 pukul 7.20 mobil APV meluncur membawa saya dan keluarga menuju tempat wisuda adik saya di Andalusia Islamic Center di Sentul City. Sekitar 20 menit perjalanan melewati Tol Kedung Halang- Sentul (Bogor Outer Ring Road), kemudian kami pun tiba disana. Ketika kami tiba, suasananya sudah cukup ramai, dengan ruang parkir yang sudah dipenuhi oleh mobil-mobil pengantar keluarga wisudawan.

Pagi itu cuaca cukup cerah, matahari beranjak naik memendarkan sinarnya dan awan-awan memantulkan cahayanya ke bumi. Ketika saya tiba, saya terpukau dengan desain Mesjid Andalusia Islamic Center. Kubah yang besar dengan dominasi warna biru dipadu dengan warna kuning bermotif persegi dengan posisi diagonal memeluk kubah. Empat buah menara dengan rangka besi di setiap sisi mesjid menjulang membelah langit sentul city. Meskipun menara tersebut belum selesai pembangunannya, namun tidak mengurangi keindahan seni arsitektur mesjid Andalusia.

Ketika saya melihat jendela-jendelanya, desainnya mungkin terinspirasi dari Timur Tengah dengan desain seperti sepatu kuda atau mungkin kubah dua dimensi yang disisi-sisinya diberi motif berwarna kuning keemasan dan hitam berselang-seling. Begitupun dengan bagian atas dari dua buah pilar mesjid di sisi sebelah utara yang diberi hal serupa namun diisi dengan ukiran bintang persegi berongga.
Mesjid Andalusia terdiri dari 3 lantai, lantai pertama digunakan sebagai Aula untuk berbagai kegiatan baik akademik seperti wisuda dan seminar maupun non akademik seperti pernikahan. Lantai kedua merupakan ruang utama mesjid yang digunakan untuk shalat dan kajian keislaman lainnya. Lantai ketiga berupa mezzanine yang berbentuk huruf U dan dari lantai tersebut dapat melihat dengan jelas lantai kedua yang merupakan ruang utama mesjid.

Bagian dalam mesjid didominasi oleh warna biru muda, di bagian dalam kubah terdapat kaligrafi asmaul husna yang dibuat melingkar dengan diameter yang semakin mengecil ke pusat kubah. Ukurannya kaligrafinya pun semakin ke pusat sentrifugal semakin mengecil dan lafaz Allah menjadi titik pusat dari kaligrafi tersebut. Di sisi sisi bagian bawah mezzanine dihiasi oleh kaligrafi yang diambil dari ayat-ayat yang bersumber dari Alquran. Di bagian timur mesjid terdapat miniature ka’bah berpadu dengan maqam Ibrahim yang tentunya digunakan sebagai pengingat rukun islam yang kelima yang juga digunakan untuk berlatih manasik haji.

Andalusia Islamic Center di Bogor merupakan miniatur Andalusia yang ada di Spanyol yang tentunya akan mengingatkan kita mengenai kejayaan islam dari segi materi dan keilmuan pada masa kekhalifahan saat itu. Semoga saja Andalusia Islamic Center di Bogor dapat menciptakan Sarjana-Sarjana dengan keilmuan yang mumpuni yang akan berkontribusi besar bagi kemajuan dan kejayaan umat islam saat ini.