Follow by Email

Saturday, August 11, 2012

Benteng Spielwijk Riwayatmu Kini



Setelah berkunjung ke Tasikardi, saya melanjutkan perjalanan ke Benteng Spielwijk. Perjalanannya sekitar 4 Km dari Tasikardi yang dapat ditempuh dengan waktu 10 menit. 

Tak menunggu lama, saya pun tiba di Benteng Spielwijk yang pada awalnya saya menelusuri sisi selatan sampai dengan sisi timur benteng untuk mencari jalan masuk. Setelah menelusurinya saya tidak menemukan pintu masuk, setelah berbalik arah ke sisi barat ada sebuah jembatan yang menghubungkan ke pintu masuknya. 

Saya memarkirkan sepeda motor saya dibawah pohon yang cukup rindang. Dua orang anak perempuan sedang bermain tak jauh dari tempat parkir dan saya pun bertanya. Suasananya saat itu begitu sunyi.

 “klo mau naik ke atas benteng lewat mana ya?”
“Masuk saja ke arah utara nanti ada tangga menuju atas”jawab mereka.      

Namun saya tidak mengikutinya, saya malah memanjat pagar yang ada di sisi barat benteng yang cukup landai yang bisa saya panjat. Setelah berusaha memanjat akhirnya saya pun berhasil berada diatas benteng spielwijk, memandang ke arah lautan berhiaskan kapal-kapal dan karang-karang yang terlihat jelas setelah laut surut. Aroma misteri di Benteng Spielwijk menyelimuti siang itu.
Saya mencoba membayangkan aktivitas yang terjadi pada masa lampau di benteng ini, aktivitas di atas dan di bawah bunker serta pemantauan musuh. Di benteng tersebut terdapat sebuah terowongan yang katanya terhubung dengan Keraton Surosowan.

Dahulunya Benteng Spielwijk digunakan sebagai menara pemantau yang berhadapan langsung ke Selat Sunda dan sekaligus berfungsi sebagai penyimpanan meriam-meriam dan alat pertahanan lainnya. Namun, tempat tersebut saat ini hanya digunakan sebagai lapangan bola oleh para penduduk.