Follow by Email

Saturday, December 15, 2012

Sosrowijayan yang legendaris itu





Setibanya di Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta 1 Desember 2012, waktu menunjukan pukul 12 siang. Saya bergegas menuju Halte Bis Trans Jogja untuk menuju Halte Janti, halte terdekat dengan tempat saya menginap. Ketika tiba di Halte janti saya pun langsung menghubungi pihak hotel yang telah saya booking 3 bulan sebelumnya. Alangkah terkejutnya saya ketika menerima informasi bahwa tidak ada booking atas nama saya dan kamar di atas standard sudah penuh.

Setelah beristirahat sejenak dan menunaikan sholat di sebuah mesjid di daerah janti. Kami memutuskan untuk menghubungi Hotel Merbabu yang berada di daerah sosrowijayan. Hotel Merbabu sendiri kami dapatkan informasinya dari sebuah buku Travelicious karya Ariyanto. Saya pun menghubungi pihak hotel merbabu dan didapatkan informasi hanya tersisa satu kamar deluxe plus seharga Rp.270 ribu per malam. Setelah berdiskusi dengan istri, akhirnya kami memutuskan untuk menginap di Hotel Merbabu di daerah Sosrowijayan. 

Sangat mudah untuk mencapai malioboro dari janti. Dengan menggunakan Trans Jogja seharga Rp.3000 per orang dan ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit akhirnya kami pun tiba di halte malioboro 1 di depan hotel inna garuda. Sebelumnya petugas hotel merbabu menginformasikan bahwa jika naik trans jogja berhenti di halte malioboro 1 di depan hotel inna garuda. Dari halte malioboro 1 kami langsung menyeberang jalan dan bertanya sedikit kepada tukang becak yang langsung mengarahkan kami ke jalan sosrowijayan. Mata saya menangkap sebuah nama jalan dengan warna tulisan putih dan dasar tulisan berwarna hijau. Dibawah nama jalan sosrowijayan dituliskan dengan aksara jawa kuno. Nama jalan tersebut terpampang disebuah tiang dengan hiasan ornament klasik.

Sosrowijayan, namanya sudah saya kenal ketika membaca literatur mengenai wisata ala backpacker ke Yogyakarta bahkan mungkin sudah melegenda di kalangan para backpacker. Penginapan di daerah sosrowijayan merupakan pilihan utama bagi para backpacker. Disamping karena harganya yang murah, sekitar Rp.90 ribuan per malam juga kemudahan akses menuju daerah tujuan wisata dari sosrowijayan. Jika menginap di sosrowijayan maka kita dapat dengan mudah untuk mencapai malioboro, banteng vredeburg, keraton, taman sari, tugu, taman pintar, monumen peringatan serangan umum satu maret.

Dari segi aksesibilitas, sosrowijayan mudah dicapai dan dapat menjangkau daerah wisata lainnya. Adanya halte trans jogja dan stasiun tugu yang berjarak tidak jauh dari sosrowijayan akan memudahkan para pengunjung untuk datang dan pergi baik ke tempat tujuan wisata ataupun sebaliknya.
Di daerah sosrowijayan ini tidak hanya tersedia penginapan murah, hotel bintang 3 pun tersedia disini. Selain itu beragam fasilitas wisata tersedia disini seperti restaurant, travel agent, perbelanjaan souvenir dan oleh-oleh, atm, penyewaan mobil dan motor, toko buku, laundry sampai toko sepeda onthel ada disini.

Jalan Sosrowijayan berbatasan langsung dengan jalan malioboro di sebelah timur. Ketika memasuki mulut jalan ini, di sisi kanan jalan sudah berjejer angkringan dan penjual mie ayam. Tidak jauh dari pertigaan jalan sudah ada hotel modern di sisi kanan dan kiri jalan. Lalu setelah melewati toko souvenir dan penyewaan mobil/motor  terdapat gang 1 dan disitulah hotel merbabu yang saya tinggali untuk 2 malam berada. Jarak dari mulut gang hanya sekitar 50 meter dan nama hotel merbabu tergantung di antara dua buah bangunan yang mengapitnya. Saya pun tiba untuk melepas lelah sejenak sebelum melanjutkan perjalanan wisata di kota Yogyakarta ini.