Follow by Email

Wednesday, August 15, 2012

BEM UI Menyalurkan Bantuan Peduli Gempa Bengkulu


Setelah sekitar satu bulan lebih Propinsi Bengkulu di guncang gempa besar, akhirnya pada tanggal 10 November 2007 BEM UI dapat menyalurkan bantuan yang telah dikumpulkan dari berbagai Fakultas dan juga Mahasiswa UI. 

Bantuan gempa diberikan kepada SMA Negeri 1 Lubuk Pinang Kabupaten Muko-muko. Sekolah tersebut dipilih berdasarkan hasil survey dari tim advance pada awal Oktober lalu. Jumlah bantuan yang disalurkan sebanyak 26 juta rupiah. Bantuan yang disalurkan berupa 2 unit komputer, 66 unit meja dan kursi serta uang sebesar 10 juta rupiah untuk merenovasi mushola. 

Bantuan langsung diserahterimakan kepada Bapak Azzam yang menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SMA Negeri 1 Lubuk Pinang yang disaksikan oleh seluruh siswa SMA Negeri 1 Lubuk Pinang. 

Selain menyalurkan bantuan, Tim penyalur bantuan BEM UI yang terdiri dari Angga Darmawan, Dony Resita, Fitri Arlinkasari dan Tri Agustin juga memberikan training motivasi kepada siswa-siswi kelas 3 SMA Negeri 1Lubuk Pinang yang akan menghadapi UN 2008. Pemberian Training motivasi bertujuan untuk memberikan motivasi, dorongan serta dukungan kepada para siswa agar bersemangat dan optimis dalam menghadapi UN 2008 yang standar kelulusannya bertambah menjadi 5,25 dan mata pelajaran yang di UN-kan pun bertambah menjadi 6 mata pelajaran.

SMA Negeri 1 Lubuk Pinang mengalami kerusakan yang cukup parah. 2 kelas tidak bisa lagi digunakan karena dindingnya roboh, 3 kelas lain mengalami kerusakan yang cukup parah, langit-langit kelasnya roboh. Sedangkan untuk kelas-kelas lainnya mengalami retak-retak di bagian dindingnya. Selain itu, meja dan kursi mengalami kerusakan. Sekitar 100 unit meja dan kursi yang digunakan untuk belajar mengajar tidak layak pakai.

SMA Negeri 1 Lubuk Pinang baru menerima bantuan pada awal oktober sebesar 4 juta rupiah dari salah satu parpol, yang selanjutnya dana itu digunakan untuk membersihkan puing-puing bangunan akibat gempa. Sampai saat ini SMA Negeri 1 Lubuk Pinang baru memerima bantuan dari Departemen Sosial RI berupa tenda darurat dan juga UI. Sekitar awal November lalu sekolah ini telah di survey oleh Dinas Pendidikan Propinsi Bengkulu dan Departemen Pendidikan RI yang selanjutnya akan memberikan block grant yang akan digunakan untuk memperbaiki bengunan kelas yang rusak.

Kondisi belajar mengajar di sekolah ini cukup memprihatinkan. 3 kelas yang langit-langitnya mengalami kerusakan tetap digunakan untuk belajar mengajar, kantin dan laboratorium pun digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Tenda darurat bantuan dari Departemen Sosial RI digunakan untuk 1 kelas darurat yang tidak nyaman digunakan  untuk kegiatan belajar mengajar. Riska siswi SMA Negeri 1 Lubuk Pinang yang kelasnya menggunakan tenda darurat, mengaku tidak merasa nyaman belajar di tenda darurat selain panas juga beralaskan tanah. Seperti yang terjadi pada Sabtu 10 November lalu kegiatan belajar mengajar ditenda darurat terhenti akibat hujan deras yang menyebabkan banjir di dalam kelas tersebut.
Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat.

Bogor, November 2007