Follow by Email

Sunday, July 1, 2012

Menikmati keindahan dan menilik sejarah masa lalu dari Mercusuar Anyer

Akhirnya ketemu!
image
Kata itulah yang pertama kali terucap ketika menemukan objek yang saya cari, mercusuar anyer. Sebenarnya tidak terlalu sulit untuk mencapai lokasi ini, saya pernah melewatinya ketika ke pantai anyer beberapa waktu lalu, hanya saja saya sedikit lupa. Setelah sempat bertanya dengan warga sekitar barulah saya mengetahui lokasi yang akan saya tuju. Sekitar satu jam perjalanan yang saya tempuh dari rumah yang berlokasi di perbatasan antara kabupaten serang dan cilegon untuk mencapai mercusuar ini. image
Rasa lelah pun belum beranjak dari tubuh ini tapi pemandangan laut yang menakjubkan membuat bersemangat untuk mengeksplorasi lebih jauh lagi mengenai mercusuar anyer. Tak jauh dari bibir pantai, para pekerja sedang mengerjakan pembuatan dermaga baru, pagi itu angin berhembus tidak terlalu kencang, membuat suasana pagi begitu menyenangkan. Setelah memarkirkan sepeda motor, terlihat beberapa orang remaja baru saja turun dari atas mercusuar. image
Saya pun beranjak menuju pintu masuk mercusuar, namun sesampainya di pintu masuk, sang penjaga mercusuar tidak mengizinkan anak saya yang berusia satu tahun ikut masuk. Penjaga tersebut beralasan mengenai keamanan, namun alasan lain karena ternyata di mercusuar ini memiliki “penghuni lain” yaitu wanita bule (saya pikir mungkin keturunan belanda), yang mungkin saja akan mengganggu perjalanan menuju puncak mercusuar. Klo begitu hanya saya sendiri yang bisa naik ke atas, sedangkan istri dan anak menunggu di bawah. Pada awalnya saya berfikir untuk menunggu pengunjung yang lain untuk naik ke atas, namun setelah saya pikirkan kembali maka saya memberanikan diri untuk naik ke puncak mercusuar seorang diri dan tak berharap bertemu dengan wanita bule itu. image
Mercusuar itu terbuat dari susunan ratusan plat baja dengan ketebalan 3 cm mungkin dengan berat ribuan ton, berbentuk persegi dua belas dengan ketinggian sekitar 60 meter. Namun dari kejauhan mercusuar tersebut tampak seperti tabung raksasa yang semakin mengecil sampai dengan puncaknya dan dipuncaknya terdapat lampu suar. Dengan diameter awal 10 meter dan diameter akhir 6 meter. image
Mercusuar ini terdiri dari 17 lantai dan jika ditambah dengan ruangan lampu suar berjumlah 18 lantai. Di setiap lantai pada bagian tengahnya terdapat penyangga lantai diatasnya yang berbentuk tabung dengan diameter yang lebih kecil dari bagian luar mercusuar. Jika tadi saya sempat menginformasikan bahwa mercusuar ini seperti tabung raksasa yang semakin mengecil sampai dengan puncaknya begitupun bagian tengah dari setiap lantai mercusuar,sebuah rongga berbentuk tabung yang semakin ke atas semakin kecil diameternya. Di setiap lantai terdapat 2 buah jendela selain untuk sirkulasi udara, juga untuk pencahayaan sehingga pada pagi hari mercusuar ini bisa dinaiki tanpa perlu bantuan cahaya lain. image
Setelah memasuki pintu mercusuar tampaklah tangga di sebelah kirinya, tangga tersebut terhubung ke dinding mercusuar yang berbentuk diagonal melingkar menuju lantai selanjutnya. Tangga ini cukup aman, selain kokoh juga dilengkapi dengan pegangan disebelah kanannya. Setelah mencapai lantai selanjutnya, anda akan disambut lagi dengan tangga menuju lantai berikutnya. Begitulah seterusnya sampai dengan mencapai puncak, tangga tersebut seperti ular yang melingkari sisi bagian dalam dari mercusuar. Ketika menaiki tangga demi tangga menuju puncak mercusuar, tidak perlu khawatir terjatuh karena di setiap lantainya terhampar pelat baja yang kokoh dan hanya terdapat lubang untuk tangga saja. image
Setelah bersusah payah menaiki tangga demi tangga dan lantai demi lantai dan membuat kejang otot otot paha dan kaki, akhirnya saya pun tiba di puncaknya. Pemandangan laut yang memesona terhampar di hadapan mata, garis pantai yang memanjang, barisan hotel dan resort, perahu nelayan yang sedang melaut, deretan perahu motor berbaris di dermaga yang kecil, gradasi warna biru laut yang menandakan perbedaan kedalaman lautan pun terlihat dari sini. Pemandangan yang tak kalah menakjubkan pun berada di belakang mercusuar ini, bukit-bukit berderet-deret seakan melambai kepada saya, belum lagi disisi kanan dan kiri mercusuar terdapat barisan pohon kelapa dibelah oleh jalan raya yang berkelok-kelok. Sungguh pemandangan yang sangat indah. image
Adapun menurut sejarahnya mercusuar anyer yang ada sekarang ini di bangun pada tahun 1885 pada masa Raja Willem III, merupakan pengganti dari mercusuar lama yang hancur dihantam tsunami ataupun material vulkanik ketika gunung Krakatau meletus pada tahun 1883. Lokasi bekas mercusuar lama sendiri berada tepat 50 meter didepan mercusuar yang ada saat ini, mercusuar lama sendiri hanya menyisakan bagian lantai terbawahnya. Mercusuar yang ada saat ini dibangun menjorok ke daratan 100 meter untuk menghindari abrasi dan korosi yang disebabkan oleh ombak lautan. Lokasi mercusuar ini merupakan titik nol pembuatan jalan raya anyer panarukan yang dibuat pada masa Gubernur Jenderal Deandels, yang pada masa pembuatannya dikenal dengan kerja paksa atau rodi. image
Saat ini mercusuar ini masih berfungsi dengan baik untuk membantu pelayaran baik pada masa itu dan juga saat ini. Saat ini pengelolaan mercusuar ini berada di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. image
Dengan nilai sejarah yang tinggi serta pemandangan alam yang dapat dilihat dari puncaknya, mercusuar ini memiliki nilai jual untuk dijadikan objek wisata. Hanya saja perlu diberikan fasilitas lain di sekitar lokasi yaitu berupa unsur sekunder dan kondisional dari pariwisata seperti restaurant, pusat perbelanjaan, sarana dan prasarana transportasi, ATM, Kantor Pos, Bank, kantor polisi dan pusat informasi pariwisata. Fasilitas tersebut dibuat agar para pengunjung dapat dengan nyaman mengunjungi mercusuar anyer ini.