Follow by Email

Monday, September 3, 2012

"Sembako" Buku di Halal Bi Halal Rumah Dunia



Pada tanggal 2 September 2012 telah dilaksanakan Halal Bi Halal Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Se-Banten yang dilakukan di Taman Budaya Rumah Dunia Ciloang, Kecamatan Cipocok Jaya Serang Banten. Dalam acara Halal Bi Halal ini sendiri diadakan juga pembagian "Sembako" buku kepada 25 TBM yang ada di Banten.

Pada kesempatan ini, Udin Saefudin Noor, penasehat Rumah Dunia yang saat ini menjabat salah satu Direksi sebuah Bank Swasta Malaysia, juga memberikan sambutan kepada para pengunjung yang hadir. Beliau menjelaskan bahwa dirinya bisa menjadi seperti saat ini adalah karena membaca. Pada saat sekolah dulu beliau membaca Novel karangan Karl May. Berkat Novel itu beliau mengetahui dunia luar selain Pandeglang yang merupakan tanah kelahirannya, yang akhirnya beliau pun memiliki cita-cita tinggi. 


Setelah mengakhiri sambutannya, beliau pun memberikan bantuan dana sebesar 15 juta rupiah. Dana ini akan digunakan untuk membayar angsuran tanah Rumah Dunia yang saat ini masih berhutang ke salah satu Bank Syariah terbesar di Indonesia.

Adapun untuk pembagian paket "Sembako" Buku, setiap paket buku yang dibagikan terdiri dari 20 buku terbitan Gong Publishing. Buku-buku yang dibagikan diantaranya seri Banten Bangkit yang ditulis stakeholder Banten, seri Gilalova yang ditulis remaja Banten, Tamasya ke Masjid karya Jaya Komarudin Cholik, Tiga Ombak karya Gol A Gong serta masih ada lagi beberapa buku lainnya. 

Pembagian paket buku ini merupakan sebuah tanggung jawab sosial yang di emban oleh Gol A Gong sebagai ketua Forum TBM se-Indonesia. Gol A Gong ingin menambah koleksi buku yang ada di seluruh TBM yang ada di Indonesia. "Bantuan paket buku ini dari gerakan 'Sedekah Buku Untuk Indonesia Membaca'.Tujuannya adalah untuk menambah koleksi buku di TBM, agar bervariasi," ujarnya.

Dedi salah seorang pengurus TBM Kedai Proses yang berlokasi di Rangkasbitung menilai bahwa pembagian buku ini sangat bermanfaat karena dapat menambah koleksi buku di TBM nya. Selama ini TBM yang dikelola olehnya biasanya meminta buku ke berbagai komunitas untuk menambah koleksi buku.

Pada acara ini juga dipaparkan mengenai progress pembangunan Gelanggang Remaja Rumah Dunia yang dipaparkan oleh Das Albantani. Dana yang digelontorkan oleh Kemenpora adalah Sejumlah Rp.2,042,000,000.00 diharapkan cukup untuk pembangunan Gelanggang Remaja tersebut.

Untuk memulai pembangunannya masih menunggu proses lelang yang akan dilakukan oleh pemerintahan setempat. Namun Das Albantani juga menjelaskan jika pembangunan Gelanggang Remaja dilakukan proses lelang terlebih dahulu maka kemungkinan besar pembangunan kompleks bangunan tidak akan sesuai dengan rencana. Apabila dilelang maka dibutuhkan dana sekitar 4,8 Miliar untuk pembangunan seluruh kompleks Gelanggang Remaja, sehingga dengan dana yang ada hanya beberapa bangunan yang akan dibangun.