Follow by Email

Sunday, July 1, 2012

20 JAM DI BANYUMAS (part I)

Sekitar jam satu siang kereta purwojaya yang saya tumpangi pun tiba di kota Purwokerto. Perjalanan yang  ditempuh dalam waktu 6,5 jam dari kota Jakarta, mungkin perjalanan yang cukup lama. Namun hal tersebut tidak saya rasakan karena disepanjang perjalanan menuju purwokerto para penumpang
Purwojaya di suguhi beragam pemandangan. Dimulai dengan bangunan bertingkat khas kota Jakarta, barisan pemukiman,  barisan pepohonan jati, sawah yang hijau terhampar, barisan pepohonan mangga yang tengah berbuah, pepohonan tebu yang anggun berbaris dengan rapihnya, gunung ciremai  yang berdiri dengan angkuhnya serta lembah-lembah dan bukit-bukit yang menawan menyegarkan mata.
image
Kesan pertama setelah tiba di Stasiun Purwokerto adalah bersih, bagian dalam stasiun ini bisa dikatakan cukup bersih untuk ukuran stasiun besar. Stasiun dengan bangunan peninggalan belanda berciri khas dengan tiang bangunan yang besar dan atap stasiun ini berbentuk setengah lingkaran dengan besi baja penyangga disisi sisinya. Setelah keluar dari stasiun, saya merasa tidak sedang berada di stasiun, lebih mirip dengan bandara nasional seperti bandara supadio yang ada di Pontianak ataupun bandara fatmawati di Bengkulu. Para penjemput sudah hadir disana menjemput saudara ataupun kerabatnya yang baru saja tiba, taksi-taksi pun berebut penumpang yang siap mengantarkan para penumpang ke tempat tujuan. Kendaraan penjemput pun terparkir berderet-deret tepat didepan lobby stasiun purwokerto. Tak perlu menunggu waktu lama, saya dan teman saya pun dijemput oleh keluarganya untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan ke Desa Kramat Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas.
image
Ditempuh dengan waktu kurang lebih 20 menit saya pun tiba di Desa Kramat, perbedaan suasana mulai terasa ketika memasuki gerbang desa ini. Dan 20 menit adalah waktu yang dibutuhkan untuk dapat merasakah atmosfir pedesaan setelah sebelumnya berada di pusat kota purwokerto. Desa kramat berjarak sekitar 15 km dari pusat kota purwokerto dengan perjalanan yang lancar tanpa hambatan kemacetan, alhasil waktu tempuh pun semakin singkat. Udaranya cukup sejuk dan para penduduk didaerah ini sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani, hal tersebut dapat terlihat dari penggunaan tanah di desa ini. Jalan desa sudah di hotmix meskipun kasar, namun itu sudah cukup membawa perubahan yang berarti untuk distribusi hasil pertanian dari desa ini. Bisa dikatakan penduduk di daerah ini cukup sejahtera, hal tersebut dapat dilihat dari bangunan rumah para penduduknya.